
| | ||||||||||||
| MESKI tak bisa mengenali sang penolong, Reno sempat mengucapkan terima kasih pada Bunga yang belepotan asap. Bunga sendiri tak bisa tidur, dan selalu saja memikirkan Reno. Sepertinya pertemuan itu membuat Bunga benar-benar kehilangan hatinya yang terbawa Reno. Sementara itu Mona akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sayang, pengalaman pahit mendekam di hotel prodeo tidak juga membuatnya lebih baik. Kali ini Mona mogok sekolah lantaran sepatunya jebol. Parahnya, dia akan pergi sekolah kalau dibelikan sepatu baru. Bunga yang tengah berjualan di pom bensin, tak sengaja bertemu Reno. Meski awalnya terkejut, Reno akhirnya ingat dengan Bunga. Ia pun memberikan uang, dan memaksa Bunga untuk menerimanya sebagai rasa terima kasih. Akhirnya dengan uang pemberian Reno, Bunga bisa membelikan sepatu baru untuk Mona. Bunga menunggu Reno di pom bensin dan berharap mereka bisa bertemu. Tapi apa lacur, Bunga justru kecewa lantaran Reno datang bersama Anya, teman kampusnya yang kebetulan menumpang pulang. Saking keecwanya, sampai di rumah Bunga menangis, mengira Reno sudah punya pacar. Kekecewaan Bunga pada Reno dimanfaatkan Joni. Selain berusaha mendekati dan menghibur Bunga, Joni juga mengatakan bahwa sikap orang kaya memang begitu, pacarnya dari Sabang sampai Merauke. Bunga tercekat dan menyadari impiannya pada Reno tidak perlu di teruskan kembali. Reno sendiri tengah sedih memikirkan Silla dan selalu mendekap fotonya dengan wajah berkaca-kaca. Siapa gerangan Silla? Akankah Reno mampu menghapus bayangnya? Lantas bagaimana dengan Bunga yang selalu dihujani cobaan? Tunggu jawabannya malam ini pukul 19.00 WIB | |||||||||||||




